Penyakit blas pada padi (Potong leher) Pyricularia oryzae yang sangat merugikan
![]() |
Penyakit blas pada padi |
Penyakit blas adalah penyakit yang menyerang daun tanaman padi, penyebab penyakit blas pada padi adalah jamur Pyricularia oryzae. Selain pada daun, penyakit ini juga dapat menyerang bagian pelepah, batang dan bulir padi. Awalnya, penyakit blas lebih umum menyerang tanaman padi darat (gogo) namun kini juga ditemukan pada tanaman padi sawah.
Jamur Pyricularia oryzae dapat menginfeksi tanaman padi di semua fase pertumbuhannya mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif, infeksi terjadi pada daun yang menimbulkan bercak coklat berbentuk belah ketupat yang dikenal sebagai blas daun.
Pada fase generatif, gejala penyakit blas muncul pada leher malai yang disebut blas leher atau potong leher. Infeksi yang parah dapat menjangkau gabah dan patogen ini dapat terbawa oleh gabah sebagai patogen tular benih. Penyebaran spora jamur ini dibantu oleh angin dan dapat menjangkau radius hingga 2 km sehingga penyebarannya cukup luas.
Ciri penyakit blas pada padi yang mudah dikenali
Adapun beberapa gejala penyakit blas meliputi:
Bercak berbentuk belah ketupat pada daun, dengan tepi bercak berwarna kecoklatan dan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih.
Tangkai malai yang membusuk, yang dapat menyebabkan gabah menjadi hampa jika serangan terjadi sebelum masa pengisian bulir.
Infeksi pada batang yang menyebabkan busuk batang dan memudahkan tanaman rebah.
Penyakit blas leher atau potong leher dapat secara signifikan mengurangi hasil panen karena menyebabkan leher malai busuk atau patah sehingga proses pengisian malai terganggu dan banyak bulir padi yang terbentuk menjadi hampa.
Baca juga :Penyakit busuk batang padi dan cara mengatasinya
Beberapa faktor penyebab penyakit blas pada padi antara lain:
Penyebaran melalui tanaman inang seperti jagung dan gulma .
Penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan, yang dapat melemahkan tanaman dan meningkatkan kerentanan terhadap serangan jamur.
Jarak tanam yang terlalu rapat yang menciptakan lingkungan lembab dan mendukung perkembangan jamur.
Penggunaan benih yang tidak unggul dan varietas yang tidak tahan terhadap penyakit blas.
Pengendalian Penyakit Blas pada Padi
Pengendalian dan pencegahan penyakit blast dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Menggunakan varietas tahan yang tahan terhadap penyakit blas.
Menanam padi secara serempak untuk memudahkan penanganan.
Menanam dengan jarak yang tidak terlalu rapat untuk mengurangi kelembaban.
Melakukan rotasi varietas agar tidak menanam padi dengan varietas yang sama secara terus menerus untuk meminimalisir serangan penyakit blas.
Memperlakukan benih dengan fungisida, serta melakukan pengendalian dini untuk menyelamatkan persemaian hingga umur 30 hari setelah sebar.
Melakukan penyemprotan dengan fungisida.
Penyakit blas pada padi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh petani di seluruh dunia. Melalui pemahaman yang mendalam tentang siklus hidup patogen penyebab penyakit blas, kita dapat mengembangkan strategi pengendalian yang efektif untuk mencegah penyebarannya.
Baca juga: Walang sangit: Hama tanaman padi yang berbahaya
Penting untuk diingat bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam mengelola penyakit blas. Dengan menerapkan praktik budidaya yang baik, seperti melakukan rotasi tanaman, pemilihan varietas padi yang tahan terhadap blas, serta pengelolaan irigasi yang tepat, kita dapat mengurangi risiko serangan blas.
Selain itu, pemantauan yang rutin dan penerapan pengendalian hayati serta kimiawi secara bijak akan sangat membantu dalam mengendalikan perkembangan penyakit blas.
Kesadaran dan pengetahuan petani mengenai penyakit blas pada padi juga sangat penting. Edukasi yang tepat mengenai cara mengenali gejala dan langkah-langkah pengendalian dapat meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap serangan blas.